Postingan

Refleksi Pertemuan II (Filsafat Pendidikan Matematika) KEBINGUNGAN DALAM BERFILSAFAT

Pada pertemuan perkuliahan kedua ini, Dr. Marsigit membicarakan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak mahasiswa. Beberapa pertanyaan didiskusikan dan diharapkan dapat menjadi pemikiran yang refleksif di benak mahasiswa. ===================== Ø   Ketika kita bingung saat membicarakan filsafat, kita bertanya mengenai apakah tujuan filsafat sebenarnya. Lalu apakah filsafat bertujuan untuk membuat orang bingung dengan pemikirannya sendiri ataupun pemikiran orang lain? Filsafat bukanlah bertujuan membuat orang lain bingung. Filsafat memberikan pencerahan, memberikan penjelasan kepada orang lain. Hanya saja ketika kita merasa bingung, itu dikarenakan kita masih dalam proses belajar, masih mengembarakan pikiran untuk mencari filsafat kita. Apa yang kita pikirkan ada di pikiran dan di luar pikiran kita. Jika yang dipikirkan ada di luar pikiran kita, permasalahan yang muncul adalah bagaimana kita mengetahuinya. Jika yang dipikirkan ada di dalam pikiran kita, maka yang menjadi...

Refleksi Pertemuan I (Filsafat Pendidikan Matematika) ASUMSI DALAM FILSAFAT SERTA DEFINISI FILSAFAT

Filsafat Pendidikan Matematika secara harfiah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu Filsafat dan Pendidikan Matematika. Pendidikan Matematika sebaiknya tetap menjadi satu kesatuan, sebaiknya komprehensif, tidak dipisahkan karena permasalahnnya tidak sederhana memisahkan Pendidikan dengan Matematika itu sendiri. Dalam berfilsafat,kita menggunakan bahasa analog, baik dalam filsafat matematika, filsafat pendidikan matematika, filsafat sains, filsafat lahir, filsafat hidup, filsafat lahir dan filsafat apapun. Kata filsafat dapat ditempatkan di depan kata apapun seperti kata dunia (dunia pendidikan, dunia pekuliahan, dunia kanak-kanak, dunia remaja, dunia KKN-PPL, dan lain-lain). Bahkan dapat diletakkan di depan kata itu sendiri, misal dunia dunia begitu pula dengan filsafat dari filsafat. Maka logika elementer kita (logika orang awam yang paling mudah dimengerti) akan mengkaji terlebih dahulu mengenai apa itu filsafat sebenarnya. Dalam berfilsafat kita berasumsi. Asumsi adalah me...

How to Promote International Level of Schooling If I were Head Master

Everyone wants to be better. The whole world strives to better. Therefore, Indonesia doesn’t want to be follower. Indonesia also wants to be a leader in the world. Then, how to make Indonesia be a leader? One way to be a leader is the development in the quality of education. So, the young generation will improve and can give active contribution. The teacher’s competence is one of the factors that very important in this strive. To develop teacher’s competence can be done by the optimal role of the headmaster as educator, manager, administrator, supervisor, leader, work climate maker, and entrepreneur.      But, we can see the trouble that often seen in education department is the weakness of the headmaster. This weakness can be happen because low skill and low of the education leader knowledge. In this globalization mode, it’s very easy to find the school that offer programs with overseas curriculum. And finally, the headmaster must be able to fulfill request ...