Postingan

(Refleksi Perkuliahan V) Keseimbangan Pikiran dan Hati, antara Material dan Spiritual

Pada pertemuan kali ini, Prof. Marsigit memulai perkuliahan dengan membahas persoalan filsafat lalu berkembang kepada masalah hati yang harus selalu menemani pikiran saat berfilsafat. Berikut refleksi perkuliahan yang saya buat. Bagi yang menginginkan rekaman perkuliahan, dapat didownload disini . Bagi yang menginginkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi link yang saya berikan di bawah. Semoga dapat bermanfaat. Persoalan filsafat yang dihadapi para filsuf sebenarnya dari dulu sampai sekarang itu sama saja, semua filsuf mengalaminya yaitu mengenai olah pikir. Masalah mengenai apa yang patut dan tidak apatut dipikirkan, setelah tahu maka persoalan selajutnya adalah sejauh mana kita bisa memikirkannya serta bagaimana cara atau metode apa yang digunakan. Namun tidak semua manusia dapat dipaksan untuk memikirkan segala sesuatu berangkat dari hakekat. Seorang anak, anak kecil, belajar bukan dari pemahaman tetapi berangkat dari apa yang disebut mitos. Mitos di sini diartikan ...

Refleksi (IV) Perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika "MENEMBUS RUANG DAN WAKTU"

Dalam berfilsafat, banyak hal yang harus diperhatikan antara lain pendapat para filsuf, sejarah filsafat, pengalaman-pengalaman yang ada (termasuk pengalaman berfikir dan pengalaman membaca). Dalam berfilsafat kita juga perlu tahu istilah menembus ruang dan waktu.  Prof. Marsigit pada perkuliahan tanggal 7 November menyampaikan bagaimana kita bisa dikatakan menembus ruang dan waktu, bagaimana metodenya dan apa saja bekal yang harus dipersiapkan agar kita bisa menembus ruang dan waktu dengan aman. Siapapun manusia secara sadar atau tidak sadar, bahkan tumbuhan ataupun batu dapat menembus ruang dan waktu.   Menembus ruang dan waktu bisa dilakukan dengan mudah tapi juga bisa sulit. Kita yang tertidur dapat dikatakan menembus ruang dan waktu dengan mudah karena tak secara sadar bahwa ruang dan waktu telah berubah. Batu dapat dikatakan menembus ruang dan waktu dengan sulitnya karena batu mengalami masa lampau sampai sekarang dengan harus mengalami pergantian musim yang beg...

REFLEKSI (III) PERKULIAHAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

Pada perkuliahan kali ini (Rabu, 31 Oktober 2012), Dr. Marsigit membahas seputar pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak para mahasiswa. Ø Yulia Linguistika: Filsafat ditulis dalam keadaan jernih. Saat hal yang kontradiktif terjadi dalam pikiran atau hati manusia, bolehkah seseorang berfilsafat? Ada dua hukum di dunia ini. Hukum identitas dan hukum kontradiktif. Hukum identitas adalah jika   dengan tidak memperhatikan ruang dan waktu. Maka 2 sama dengan 2 jika dia masih dalam pikiran, akan berbeda jika dituliskan apalagi dibicarakan. Jikalau memperhatikan ruang dan waktu maka hukum identitas tidak akan tercapai. Rumus dari hukum identitas adalah subjek = predikat. Dan itu tidak akan terjadi kepada manusia. Yang benar-benar subjek = predikat adalah Tuhan. Maka sebenar-benar hidup ini yang terikat ruang dan waktu adalah kontradiksi. Nama kita tidak akan menunjukkan diri kita jika terikat ruang dan waktu. Maka dapat dikatakan kita tidak akan pernah memahami diri kita send...

Refleksi Pertemuan II (Filsafat Pendidikan Matematika) KEBINGUNGAN DALAM BERFILSAFAT

Pada pertemuan perkuliahan kedua ini, Dr. Marsigit membicarakan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak mahasiswa. Beberapa pertanyaan didiskusikan dan diharapkan dapat menjadi pemikiran yang refleksif di benak mahasiswa. ===================== Ø   Ketika kita bingung saat membicarakan filsafat, kita bertanya mengenai apakah tujuan filsafat sebenarnya. Lalu apakah filsafat bertujuan untuk membuat orang bingung dengan pemikirannya sendiri ataupun pemikiran orang lain? Filsafat bukanlah bertujuan membuat orang lain bingung. Filsafat memberikan pencerahan, memberikan penjelasan kepada orang lain. Hanya saja ketika kita merasa bingung, itu dikarenakan kita masih dalam proses belajar, masih mengembarakan pikiran untuk mencari filsafat kita. Apa yang kita pikirkan ada di pikiran dan di luar pikiran kita. Jika yang dipikirkan ada di luar pikiran kita, permasalahan yang muncul adalah bagaimana kita mengetahuinya. Jika yang dipikirkan ada di dalam pikiran kita, maka yang menjadi...